Hai semuanya, apa kabar? Pada tulisan sebelumnya, kita sempat belajar gimana caranya mengatasi kendala disk have duplicate serial number dan akhirnya berhasil membuat pool baru. Sekarang kita lanjutkan dengan membuat dataset baru dan menyiapkannya sebagai NFS share. Sebenarnya saya sudah menulis topik ini sih, tapi saya tulis lagi aja deh biar sama-sama belajar (lagi) hehehe.
Penjelasan Singkat Konsep Pool, Dataset, dan Share
- Pool: kumpulan disk, digabung seolah menjadi “kolam penyimpanan”.
- Dataset: folder di dalam pool yang memiliki konfigurasi sendiri.
- Share: cara dataset dibagikan atau dapat diakses oleh perangkat lain.
Membuat Dataset Baru
Buka menu Datasets> Add Dataset (tombol biru sebelah kanan).

Beri nama dataset-nya. Misalnya xcp-dataset. Opsi preset pilih saja Generic agar “aman” atau dapat digunakan untuk berbagai keperluan dan cocok untuk penggunaan umum. Pilih tombol Save untuk melanjutkan proses pembuatan dataset.

Apabila sudah berhasil dibuat, dataset baru (xcp-dataset) akan muncul pada halaman Datasets.
mypool
└── xcp-dataset
Membuat Share
Masuk ke menu Shares. Ada beberapa opsi yang dapat dipilih:
- Windows (SMB): untuk file sharing ke Windows.
- Unix (NFS): untuk Linux atau sistem virtualisasi.
- Block (iSCSI): untuk block storage atau VM level disk.
- NVMe-oF: advanced features – raw block storage using NVMe over Fabric and appearing as a local disk on the client.
Pada pengujian kali ini kita akan gunakan opsi UNIX (NFS). Pilih tombol Add pada opsi UNIX untuk melanjutkan.
Pada bagian path, pilih/telusuri ke dataset yang ingin digunakan. Dalam pengujian kali ini, berarti pilih /mnt> mypool> xcp-dataset. Kita juga bisa berikan deskripsi untuk share yang akan dibuat.

Maproot User & Group
Setelah mengisi path, selanjutnya pilih tombol Advanced Options. Kita akan mengisi beberapa parameter:
- Maproot user:
root. - Maproot group:
wheel.
Parameter ini secara umum adalah untuk TrueNAS menentukan user mana yang dianggap sebagai pemilik akses saat client mengakses ke NFS. Maproot user: root artinya adalah kalau ada klien yang akses, TrueNAS akan menganggap klien tersebut adalah root user. Di-set sebagai root agar bisa melakukan operasi read – write pada folder yang diakses.
Sedangkan Maproot group: wheel artinya adalah, selain dianggap sebagai root, akses yang dilakukan juga masuk ke dalam grup admin agar memiliki hak akses yang lebih tinggi.
#cmiiw
Menentukan Jaringan/Host Mana yang Bisa Akses
Di bawah parameter maproot, kita bisa menentukan jaringan mana yang bisa akses ke NFS. Kita bisa atur hak akses untuk blok jaringan/alamat IP atau host spesifik. Pada pengujian kali ini, kita tambahkan alamat 172.16.9.0/16 yang dapat akses ke NFS.
Mengaktifkan Service NFS
Setelah mengatur maproot & network, pilih tombol Save untuk melanjutkan. Selanjutnya, TrueNAS akan meminta kita untuk mengaktifkan NFS. Pilih Enable & Start untuk mengaktifkan NFS service.

Integrasi ke XCP-ng

Sekarang, kita masuk ke XCP-ng melalui XOA. Buka menu New> Storage. Pilih host, isikan nama & deskripsi NFS, dan pada opsi Storage Type, pilih opsi NFS. Jangan pilih opsi NFS ISO ya, karena itu hanya bisa digunakan untuk menyimpan file ISO, bukan disk untuk VM. Pada bagian Server, isikan alamat IP dari TrueNAS. Lalu pilih ikon kaca pembesar agar XCP-ng melakukan penelusuran.

Apabila TrueNAS berhasil dideteksi, pilih path yang mengarah ke dataset yang ingin digunakan (dalam pengujian kali ini berarti /mnt/mypool/xcp-dataset). Cek kembali konfigurasi yang telah dipilih. Apabila sudah sesuai, pilih tombol Create untuk melanjutkan.
Apabila berhasil, NFS akan muncul pada halaman Storage, dan ada label Shared nfs.

Penutup
Kita telah berhasil melakukan konfigurasi agar bisa menggunakan NFS pada TrueNAS, yang kemudian diintegrasikan dengan XCP-ng. Prosesnya meliputi konfigurasi dataset, shares, maproot, allowed network di TrueNAS. Untuk tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.


