Skip to content

zaidan's blog

a newbie, writing IT-related stuff and some personal experiences

Menu
  • IT
  • Personal life/opinion
  • Linux
  • Sepeda
  • Proxmox
  • VM/Container
  • Kuliah/Catatan Kuliah
Menu

Cara Generate File .pfx Untuk Instalasi SSL

Posted on 19/06/202519/06/2025 by Zaidan

Salah satu platform yang bisa diinstal SSL adalah Microsoft IIS (Internet Information Services). Format SSL yang digunakan untuk platform ini adalah .pfx. Bagaimana kalau kita tidak punya file-nya?

Kita bisa generate sendiri filenya dengan menggunakan tool OpenSSL. File .pfx isinya adalah gabungan dari private key, sertifikat SSL, dan juga CA bundle.

File yang Diperlukan

Kita perlu siapkan dulu file-file untuk “diracik” menjadi  .pfx:

  • Private key (.key).
  • Sertifikat SSL (.crt).
  • CA bundle (.crt).

Generate .pfx dengan OpenSSL

Bisa dijalankan dari Linux atau WSL kalau pakai Windows. Berikut perintah yang digunakan:

openssl pkcs12 -export \
-out SSL.pfx \
-inkey private.key \
-in SSL.crt \
-certfile ca_bundle.crt

Tanda \ sebenarnya hanya untuk pemisah saja biar gak terlalu panjang ke samping.

pkcs12merujuk ke standar format file untuk menggabungkaan file sertifikat SSL, private key, dan juga CA bundle ke dalam file dengan ekstensi .pfx / .p12.

-out SSL.pfx menspesifikasikan untuk output-nya yaitu file .pfx.

-inkey private.key menspesifikasikan file private key.

-in SSL.crt menspesifikasikan file sertifikat SSL.

-certfile ca_bundle.crt menspesifikasikan file CA bundle.

Saat menjalankan perintah ini, kita juga diminta untuk membuat password. Simpan baik-baik karena password ini akan digunakan saat proses import di Microsoft IIS.

Apabila kita ingin cek isi file .pfx-nya (misalnya ingin cek apakah CN-nya sudah sesuai atau salah input file SSL-nya) kita bisa gunakan perintah:

openssl pkcs12 -in SSL.pfx -nodes -info

Penutup

Jadi, itu dia cara untuk generate file .pfx atau .p12 menggunakan OpenSSL. Cara ini bisa digunakan apabila kita ingin melakukan instalasi di Microsoft IIS dan kita tidak punya file .pfx atau .p12-nya.

Untuk tulisan kali ini, sampai di sini dulu ya. Semoga bermanfaat untuk teman-teman. Sampai jumpa. Bye.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan saya yang lain:

  • Datacenter
  • Manajemen File di Linux – part 3 – Ekstensi File di Linux
  • Penggunaan Dasar GNOME3 di Red Hat Enterprise Linux 8
  • Menandai VM/CT di Proxmox VE

Arsip blog

  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
© 2025 zaidan's blog | Powered by Superbs Personal Blog theme