Skip to content

zaidan's blog

a newbie, writing IT-related stuff and some personal experiences

Menu
  • IT
  • Personal life/opinion
  • Linux
  • Sepeda
  • Proxmox
  • VM/Container
  • Kuliah/Catatan Kuliah
Menu

Menjadikan Ponsel Sebagai Webcam (untuk Zoom Meeting)

Posted on 12/09/2024 by Zaidan

Hai semuanya, apa kabar? Di zaman yang modern ini, penggunaan web/teleconference/online meeting sudah sangat banyak digunakan. Salah satu platform yang sering digunakan adalah Zoom Meeting. Penggunaan webcam bawaan laptop terkadang memiliki kendala di kualitasnya yang tidak sebaik kamera ponsel. Saya juga seringkali mengalami masalah ini. Terlebih, webcam saya yang terkena noda epoxy karena perjalanan repair laptop saya yang ber-part-part.

Sebenarnya bisa saja saya langsung join meet lewat ponsel. Tapi dipikir-pikir agak ribet juga ya dua device. Lebih praktis apabila meet dan sambilan kerjaan lain dilakukan pada satu perangkat (laptop). Kalau join meet via ponsel kan mungkin kalau atur sesuatu perlu klak-klik lewat ponsel, gak bisa langsung di laptop. Dan kadang saat meet juga sambil mengerjakan pekerjaan lain di laptop.

Saya pun mencari apakah ada aplikasi yang mendukung/memungkinkan hal ini, yaitu menjadikan kamera ponsel sebagai webcam dari laptop. Saya menemukan aplikasi bernama Camo (gambar 1). Aplikasi ini tersedia untuk Android dan iOS.

image host

gambar 1 – Camo on Play Store

Selain menginstal aplikasi pada ponsel, kita juga perlu instal aplikasi pada komputer. Nama aplikasinya Camo Studio (gambar 2) dan bisa diakses dari link camo.studio. Camo Studio saat ini secara resmi baru mendukung OS Windows dan Mac OS. Linux belum ada (pengujian ini juga saya pakai Windows).

image host

gambar 2 – Camo Studio

Pilih versi sesuai dengan OS yang digunakan pada komputer. Untuk instalasi pada Windows saya sarankan pakai opsi kedua saja (Download for Windows x64, x86) karena instalasinya seperti program biasa. Untuk opsi pertama (Get it from Microsoft) instalasinya dilakukan dari Microsoft Store dan mungkin bisa membingungkan/lebih ribet untuk pengguna umum.

Setelah aplikasinya terpasang pada ponsel (untuk pengujian saya pakai ponsel Android) dan komputer, buka keduanya. Tampilan di bawah ini adalah tampilan pada aplikasi Camo di Android. Dapat kita lihat kalau belum ada perangkat yang terhubung. Kita bisa menghubungkan ke komputer dengan cara menghubungkan komputer dan ponsel pada jaringan wifi yang sama.

Tampilan di bawah ini (gambar 3) adalah tampilan saat membuka aplikasi Camo pada ponsel dan belum ada perangkat yang terhubung. Untuk menghubungkan ke komputer bisa dengan menekan tombol (ᯤ).

image host

gambar 3 – tampilan Camo pada ponsel

Selanjutnya, kita buka aplikasi Camo Studio pada komputer (gambar 4). Untuk menghubungkan ponsel ke komputer, ada dua cara yang bisa dilakukan. Yaitu menggunakan file “kunci” dan juga menggunakan kode QR. Untuk pengujian kali ini kita pakai kode QR saja terlebih dahulu. Pada gambar 4, pilih tombol +Pair a device

image host

gambar 4 – Camo Studio pada komputer

Menekan tombol + Pair a device akan menampilkan kode QR yang bisa di-scan dari ponsel (gambar 5).

image host

gambar 5 – menghubungkan ponsel ke Camo Studio pada komputer

Apabila berhasil, tampilan pada Camo ponsel menjadi viewfinder dan tampilan pada Camo Studio komputer sudah menampilkan input dari kamera ponsel (gambar 6). Pada Camo Studio, pada panel kiri terdapat beberapa menu.

Menu untuk pemilih perangkat yang dijadikan webcam ada pada menu Device. Kita juga bisa atur mau pakai lensa/kamera ponsel yang mana pada menu Device. Ada juga menu untuk mengatur resolusi, frame rate, watermark, fokus/zoom dan lainnya. Pada panel kanan Camo Studio juga kita bisa atur beberapa parameter seperti pengaturan untuk tampilan gambar.

image host

gambar 6 – berhasil terhubung

Untuk penggunaan pada Zoom Meeting bisa dilakukan seperti biasa, namun untuk akses kamera yang ingin digunakan, pilih Camo instead of default webcam (gambar 7).

image host

gambar 7

Perlu diperhatikan juga. Penggunaan resolusi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan tampilan gambar menjadi lag atau patah-patah.

Untuk tulisan kali ini sampai disini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan saya yang lain:

  • Datacenter
  • Manajemen File di Linux – part 3 – Ekstensi File di Linux
  • Penggunaan Dasar GNOME3 di Red Hat Enterprise Linux 8
  • Menandai VM/CT di Proxmox VE

Arsip blog

  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
© 2025 zaidan's blog | Powered by Superbs Personal Blog theme