Skip to content

zaidan's blog

a newbie, writing IT-related stuff and some personal experiences

Menu
  • IT
  • Personal life/opinion
  • Linux
  • Sepeda
  • Proxmox
  • VM/Container
  • Kuliah/Catatan Kuliah
Menu

Coba Migrasi VM yang Menggunakan ZFS

Posted on 18/04/2024 by Zaidan

Hai semuanya, apa kabar? Setelah kemarin saya nulis cara konfigurasi ZFS pada multi-node server, sekarang yuk kita coba migrasikan salah satu VM yang sudah kita konfigurasi dengan ZFS. Untuk apa? Untuk tes kecepatannya, dan untuk cek apakah replikasi sudah berjalan dengan lancar atau tidak. Karena secara teori karena data VM (VM disk) sudah ada pada penyimpanan ZFS yang ada di node lain, artinya proses migrasi akan dapat berjalan dengan cepat.

Skenario migrasi yang dilakukan adalah memindahkan VM Lubuntu (ID 113) yang terletak pada pve2 ke pve1. Kondisi VM untuk pengujian kali ini dalam kondisi mati, Jadi bisa juga dikatakan pengujian kali ini bukanlah live-migration hehehe.

image host

gambar 1

Pilih VM yang akan dipindahkan (klik kanan) lalu pilih Migrate. Pilih juga target node-nya. Dalam pengujian kali ini berarti targetnya adalah pve1. Kita lihat pada gambar 1 juga terdapat peringatan yang menyatakan bahwa proses migrasi bisa saja memakan waktu lama karena disk yang digunakan terbaca sebagai local disk. Hal ini memang bisa dikatakan benar karena secara teori apabila kita menggunakan penyimpanan tradisional, saat proses migrasi seperti ini akan menyalin keseluruhan dari VM disk ke lokasi baru. Namun karena VM yang kita gunakan sudah dilakukan replikasi, maka proses migrasi akan lebih cepat. Untuk melanjutkan proses migrasi kita bisa pilih tombol Migrate.

image host

gambar 2

Gambar 2 menampilkan proses migrasi. Ukuran VM yang digunakan berkisar ~10GB. Tapi karena kita sudah melakukan konfigurasi replikasi, maka proses migrasi dapat berjalan dengan cepat. Pada gambar 2, proses migrasi selesai dengan sangat cepat, hanya membutuhkan waktu enam detik. Waw, cepat ya. Tapi tentu saja tidak semua proses migrasi dengan ZFS berjalan seperti ini. Kalau replikasinya belum selesai mungkin hasilnya agak lama. Kita lihat pada gambar 3, VM Lubuntu ini sudah berada pada node pve1.

image host

gambar 3

Selanjutnya kita coba pindahkan VM ini ke pve3, namun dalam kondisi VM menyala sehingga jadi live-migration hehehe. Pertama, kita nyalakan terlebih dahulu VM-nya. Lalu lakukan hal yang sama seperti tahapan sebelumnya. Sesuaikan target node menjadi pve3. Oiya, untuk pengujian live migration ini juga saya melakukan beberapa update pada sistem/OS Lubuntu-nya (gambar 4). Sehingga mungkin akan memengaruhi, seperti pada file yang ada pada penyimpanan ZFS di node lain (ini kok saya agak gak jelas gini kata-katanya wkwk). Kita lihat juga seberapa jauh perbedaannya dalam hal durasi migrasi.

image host

gambar 4

Saya pas nulis tulisan ini kepikiran juga, “gimana kalo sekalian migrasi aja ya pas masih update sistem”. Tadinya saya rencana mau migrasi pas update-nya udah selesai. Tapi kayanya lebih menarik kalo kita coba migrasi pas pembaruan sistem masih berjalan (gambar 5). Gimana ya hasilnya…

image host

gambar 5

Saat proses migrasi saya lihat di log-nya terdapat proses replikasi sebesar ~3GB. Dan proses migrasi lebih lama daripada proses migrasi sebelumnya. Namun pada pengujian kali ini proses migrasi (live migration) tidak berjalan begitu lama. Memerlukan waktu sekitar 2 menit dan kecepatan migrasi rata-rata sebesar ~114,7MiB/s. Ketika proses migrasi selesai, jendela proses akan menampilkan tulisan “TASK OK” dan juga kita cek apakah VM sudah pindah ke target yang sudah ditentukan atau belum. Gambar 6 menampilkan proses migrasi sudah selesai.

image host

gambar 6

Kemudian kita lihat tampilan VMnya, apakah harus dinyalakan terlebih dahulu, kondisi restart atau bagaimana? Kita cek pada gambar 7 bahwa VM menampilkan informasi bahwa update sistem sudah berhasil/selesai. Artinya VM juga dalam kondisi hidup. Pada panel kiri juga kita lihat VM sudah pindah ke node pve3.

image host

gambar 7

Itulah pengujian migrasi VM yang menggunakan penyimpanan berbasis ZFS. Tahapan migrasi sebenarnya mirip dengan migrasi kalau pakai penyimpanan jenis lain. Pada pengujian kali ini proses migrasi berjalan dengan lancar. Tentu proses migrasi mungkin akan berbeda pada VM atau kondisi lain. Sampai jumpa di tulisan lainnya, bye~

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan saya yang lain:

  • Datacenter
  • Manajemen File di Linux – part 3 – Ekstensi File di Linux
  • Penggunaan Dasar GNOME3 di Red Hat Enterprise Linux 8
  • Menandai VM/CT di Proxmox VE

Arsip blog

  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
© 2025 zaidan's blog | Powered by Superbs Personal Blog theme