Skip to content

zaidan's blog

a newbie, writing IT-related stuff and some personal experiences

Menu
  • IT
  • Personal life/opinion
  • Linux
  • Sepeda
  • Proxmox
  • VM/Container
  • Kuliah/Catatan Kuliah
Menu

ZFS di Proxmox VE

Posted on 02/04/2024 by Zaidan

Hai semuanya, apa kabar? Kali ini saya mau sharing sekilas mengenai salah satu format disk yang didukung pada Proxmox VE, yaitu ZFS. ZFS adalah singkatan dari Zettabyte File System. Fitur yang dimiliki ZFS antara lain adalah memiliki fitur yang mirip dengan RAID, sehingga  tidak memerlukan traditional RAID controller.

Pada tulisan kali ini saya akan coba tulis cara konfigurasi disk dengan format ZFS. Pengujian yang dilakukan bisa dilakukan pada single server (non cluster) karena secara default ZFS bukanlah cluster-aware. Disk yang akan saya format menjadi ZFS adalah disk yang tadinya digunakan sebagai Ceph storage. Konfigurasi Ceph-nya saya hapus dulu hehehe. Pertama, saya wipe/hapus disk bekas Ceph dengan menekan tombol Wipe Disk yang ada pada menu Disks. Selanjutnya, pilih menu ZFS yang ditampilkan pada gambar 1.

image host

gambar 1

Untuk melanjutkan konfigurasi ZFS, pada gambar 1 pilih tombol Create: ZFS. Kemudian akan muncul jendela konfigurasi seperti pada gambar 2. Isi nama penyimpanan ZFS dan pilih juga disk yang akan diformat sebagai ZFS. Ada pilihan RAID level dimana berisi beberapa opsi RAID yang dapat digunakan. Namun untuk dapat menggunakan fitur ini dibutuhkan beberapa disks. Sedangkan pada pengujian kali ini hanya menggunakan satu disk saja sehingga opsi yang dipilih adalah Single Disk. Terdapat juga checkbox “Add Storage” yang mana apabila dipilih, maka ZFS pool akan secara otomatis muncul pada menu Datacenter>Storage. Apabila opsi ini dipilih, penyimpanan ZFS lebih terbatas hanya dapat menyimpan Disk Image dan Container. Pada pengujian kali ini opsi tersebut (Add Storage) tidak dipilih.

image host

gambar 2

Konfigurasi parameter lain pada gambar 2 seperti compression&ashift tidak saya ubah. Untuk melanjutkan, pilih tombol Create. Setelah selesai, penyimpanan ZFS tidak otomatis muncul pada panel kiri (gambar 3). Melainkan kita perlu untuk melakukan konfigurasi pada halaman Datacenter>Storage.

image host

gambar 3

Pada halaman Datacenter>Storage, pilih tombol Add untuk menambah ZFS pool baru. Kemudian pilih Directory untuk menambahkan pool baru (gambar 4).

image host

gambar 4

Pada gambar 4, beri nama pada parameter ID. Pada pengujian kali ini pool-nya saya namakan ‘myZFS-pool’. Pada parameter Content, pilih apa saja yang bisa disimpan pada pool. Apabila sudah selesai, pilih tombol Add untuk melanjutkan proses konfigurasi ZFS pool. Gambar 5 menampilkan pool sudah tampil pada panel kiri.

image host

gambar 5

Kita lihat pada gambar 5, pool sudah berhasil dibuat dan sudah aktif (Enabled=Yes). Gimana, gampang atau susah nih konfigurasi ZFS-nya? Di tulisan lain mungkin kita coba untuk buat VM dengan pool yang kita buat ini. Sampai jumpa di tulisan yang akan datang. Bye~

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan saya yang lain:

  • Datacenter
  • Manajemen File di Linux – part 3 – Ekstensi File di Linux
  • Penggunaan Dasar GNOME3 di Red Hat Enterprise Linux 8
  • Menandai VM/CT di Proxmox VE

Arsip blog

  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
© 2025 zaidan's blog | Powered by Superbs Personal Blog theme