Skip to content

zaidan's blog

a newbie, writing IT-related stuff and some personal experiences

Menu
  • IT
  • Personal life/opinion
  • Linux
  • Sepeda
  • Proxmox
  • VM/Container
  • Kuliah/Catatan Kuliah
Menu

Nakivo V11 Beta – Restore VM Backup

Posted on 06/11/2024 by Zaidan

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya. Pada tulisan sebelumnya kita sudah sama-sama belajar tentang cara buat backup job baru di Nakivo B&R untuk backup VM yang ada di Proxmox VE. Sekarang kita lanjut ke proses restore-nya.

Tapi sebelum itu, saya mau ada selingan sebentar. Tentang QEMU guest agent. Di tulisan sebelumnya kan sempat ada warning message karena QEMU guest agent belum berjalan. Dan juga perintah yang digunakan untuk instalasinya.

Nah, sekarang kita lihat pada web interface Proxmox VE gimana tampilannya kalau guest agent belum berjalan. Kita bisa cek pada halaman VM>Summary>IPs. Apabila guest agent belum berjalan, maka akan menampilkan tulisan “Guest Agent not Running” (gambar 1).

image host

gambar 1

Kita juga bisa cek pada VM dengan menggunakan perintah systemctl status qemu-guest-agent (gambar 2 – kondisinya sudah terinstal (loaded) tapi belum berjalan).

image host

gambar 2

Untuk menyalakan guest agent, bisa menggunakan perintah sudo systemctl start qemu-guest-agent. Untuk enable (nyalakan service saat sistem berjalan), sudo systemctl enable qemu-guest-agent (gambar 3).

image host

gambar 3

Kita cek lagi di web interface Proxmox VE, apakah guest agent sudah menyala atau belum. Kita bisa lihat pada gambar 4, pada parameter IPs sudah muncul detail alamat IP dari VM. Artinya, service ini sudah aktif/berjalan.

image host

gambar 4

Kita lanjutkan kembali ke topik per-Nakivo-an. Seperti yang tadi sudah disampaikan, kali ini kita akan coba untuk restore hasil backup. Namun sebelum di-restore kita coba buat sedikit perubahan pada VM. MIsalnya kita buat beberapa file baru di dekstop (gambar 5).

image host

gambar 5

Kembali lagi ke dasbor Nakivo B&R. Kita bisa akses hasil backup pada halaman “Data Protection>pilih job>Recover” (gambar 6). Pilih opsi “Full recovery for Proxmox VE”.

image host

gambar 6

Tahapan selanjutnya adalah rangkaian konfigurasi untuk recovery. Pada halaman Backups (gambar 7), pilih backup yang akan dipulihkan/recover.

image host

gambar 7

Selanjutnya pada halaman Destination, kita diminta untuk menentukan ingin recover ke mana. Mulai dari node Proxmox VE, penyimpanan&pool, serta jaringannya. Saya atur tujuannya ke node dan penyimpanan asal yaitu node “PVE5″ dan penyimpanan “localsda4” (gambar 8).

image host

gambar 8

Selanjutnya, pada halaman Options terdapat beberapa opsi yang dapat disesuaikan. Namun untuk pengujian kali ini kita tidak ubah konfigurasinya dan lanjut menggunakan konfigurasi default atau bawaan. Untuk melanjutkan, ada dua pilihan. “Finish” dan “Finish&Run“. Mirip dengan tulisan sebelumnya.

image host

gambar 9

Kita juga bisa memantau proses yang sedang berjalan (misalnya backup atau recovery) pada menu “Activities” (gambar 10).

image host

gambar 10

Proses recovery pada pengujian kali ini berhasil dan membutuhkan waktu selama sepuluh menit (gambar 11).

image host

gambar 11

Selanjutnya mari kita cek web interface dari Proxmox VE. Pada gambar 12 menampilkan VM baru dibuat dengan tambahan nama “recovered” di belakangnya. Hal ini sesuai dengan opsi yang ada pada gambar 9 “Recovered VM options”.

image host

gambar 12

Lanjut kita cek tampilan atau isi dari VM tersebut. Apakah sesuai dengan yang diharapkan atau tidak. Harapannya adalah kondisi VM sama seperti saat di-backup. Salah satu indikator yang bisa dijadikan acuan yaitu sebelum di-recover, pada halaman desktop dari VM sudah kita tambahkan lima buah file.

image host

gambar 13

Kita lihat di gambar 13. Saat masuk ke VM hasil recovery, tampilan desktopnya masih kosong. Hal ini sama dengan kondisi saat dilakukan backup. Dengan demikian, kita dapat simpulkan untuk pengujian recovery yang kita lakukan kali ini berhasil/sukses. Walaupun hanya contoh kecil, yang mungkin penerapan atau hal lainnya berbeda apabila dilakukan di lingkungan production.

Sampai di sini dulu tulisan kali ini. Sampai jumpa. Bye.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan saya yang lain:

  • Datacenter
  • Manajemen File di Linux – part 3 – Ekstensi File di Linux
  • Penggunaan Dasar GNOME3 di Red Hat Enterprise Linux 8
  • Menandai VM/CT di Proxmox VE

Arsip blog

  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
© 2025 zaidan's blog | Powered by Superbs Personal Blog theme