Migrasi VM ke Proxmox VE Menggunakan Clonezilla

Hai semuanya, apa kabar? Kali ini saya mau sharing lagi yang berkaitan dengan Proxmox VE. Kemarin saya sudah tulis tentang cara impor VM menggunakan file .vmdk, sekarang saya mau sharing cara lain untuk migrasi VM ke Proxmox VE. Yaitu menggunakan Clonezilla.

Pertama, kita perlu menyiapkan file instalasi (.iso) Clonezilla-nya terlebih dahulu. Ukurannya tidak sampai 500MB dan bisa diunduh di halaman resminya Clonezilla.

Selain file .iso Clonezilla, kita juga perlu membuat VM baru. Isi resource-nya disarankan disesuaikan dengan spesifikasi VM yang akan dimigrasikan. Gunakan file .iso Clonezilla sebagai CD/DVD-nya (gambar 1).

image host

gambar 1

Setelah VM jadi, selanjutnya kita persiapkan VM sumber (yang ingin dimigrasikan). Kali ini VM sumbernya berada di server ESXi (padahal ada opsi yang lebih cepat untuk migrasi dari ESXi hehehe).

Di VM sumber, kita attach file .iso CloneZilla dan boot VM tersebut (tentu booting-nya diarahkan ke CloneZilla). Gambar 2 menampilkan halaman awal CloneZilla saat berhasil di-boot.

image host

gambar 2

Langsunng saja gunakan opsi pertama (Clonezilla live). Nanti akan ada beberapa opsi seperti pemilihan bahasa dan keyboard layout (pada pengujian ini menggunakan opsi default). Lalu pilih juga Start Clonezilla dan akan muncul beberapa opsi migrasi (atau salin/clone) seperti pada gambar 3.

image host

gambar 3

Pada gambar 3 terdapat beberapa opsi. Pada VM sumber, pilih opsi remote-source. Selanjutnya juga ada beberapa opsi seperti mode apa yang diinginkan (saya pilih Beginner mode), jenis clone seperti apa (disk to remote disk), dan juga ada konfigurasi jaringan untuk berkomunikasi dengan VM tujuan (kali ini saya pilih dhcp agar mudah). Intinya saya gunakan opsi default saja.

Kemudian ada juga konfirmasi disk mana yang akan di-clone, opsi pengecekan filesystem, pilihan partisi dan log. Terakhir, ada opsi aksi apa yang dilakukan saat proses di VM sumber selesai (saya pilih opsi default yaitu Choose  reboot/shutdown/etc when everything is finished). Gambar 4 menampilkan proses persiapan cloning di VM sumber.

image host

gambar 4

Apabila proses di VM sumber sudah selesai, akan ada tulisan seperti pada gambar 5 yang meminta kita untuk melanjutkan tahapan migrasi dari sisi VM tujuan.

image host

gambar 5

Seperti perintah di atas, kita lanjutkan konfigurasi dari sisi VM tujuan (Proxmox VE). Jalankan VM CloneZilla yang tadi sudah dibuat. Langkah-langkahnya sama dengan sebelumnya (jadi gak saya tampilkan di sini yaa). Namun untuk pilihan seperti gambar 3, kali ini pilih opsi remote-dest (gambar 6).

image host

gambar 6

Selanjutnya (gambar 7), isikan alamat IP dari VM sumber (IP yang diset di CloneZilla).

image host

gambar 7

Selanjutnya ada opsi restore yang ingin dipilih (disk atau partisi). Karena pada VM sumber tadi kita pilih disk-to-disk, maka pada tahap ini kita pilih restoredisk (gambar 8).

image host

gambar 8

Sebelum proses clone berjalan, akan ada prompt konfirmasi semacam pada gambar 4. Kemudian saat proses clone berjalan akan ditampilkan juga grafik progres dari proses cloning (gambar 9).

image host

gambar 9

Setelah proses clone berhasil, kita bisa mematikan kedua VM (pakai opsi shutdown yang disediakan CloneZilla). Pastikan juga untuk hapus/remove file .iso dari VM tujuan (dan juga VM sumber kalau mau) dan cek lagi boot order-nya. Pada pengujian kali ini, migrasi (atau clone VM) menggunakan CloneZilla berhasil dan VM tujuan berhasil dijalankan (gambar 10).

image host

gambar 10

Itu dulu tulisan kali ini. Sampai jumpa. Bye.

Leave a Comment