Hai semuanya, apa kabar?
Kali ini saya mau tulis lagi tentang cara impor VM ke Proxmox VE menggunakan file VM semacam .vmdk.
Untuk melakukan impor VM dengan metode ini, selain file VM kita juga perlu menyiapkan VM “kosongan”. Maksudnya adalah VM yang dibuat namun tidak diisi dengan OS/file ISO dan juga disk yang digunakan hanya sebagai “pancingan” saja.
Seperti pada pengujian kali ini, saya sudah siapkan VM tanpa ISO dan disknya juga hanya menggunakan 1 GB. Karena nantinya disk ini juga akan diganti dengan file VM yang akan diimpor.
Pertama, saya ingin menyiapkan file VMnya terlebih dahulu. Formatnya adalah .vmdk. Proxmox VE juga mendukung berbagai format lain seperti qcow2 dan raw. Saya copy ke server Proxmox VE dengan menggunakan metode scp. Kali ini filenya saya taruh di
/var/lib/vz/upload
.
Selanjutnya kita bisa “impor” file VM tadi dan “di-assign” ke VM kosongan yang sudah kita buat. Gunakan Shell/CLI. Perintah/sintaksnya adalah “qm importdisk [ID VM] [file.vmdk][nama-storage]
”
nama-storage
maksudnya adalah kita ingin si VM baru ini menggunakan storage apa. Pada pengujian kali ini kita gunakan “datavm
” sebagai nama storage-nya.
Jalankan perintah tadi. File VM pun akan “diekstrak” dan di-assign ke VM yang kita pilih.
Setelah selesai, VM tidak bisa langsung dijalankan. File yang diimpor tadi statusnya masih “Unused Disk“. Kita perlu atur disk tersebut. Klik saja dua kali pada “Unused disk” tadi untuk menambahkan disk.
Kita juga bisa menghapus “Disk Pancingan” sebesar 1 GB yang dibuat bersamaan dengan pembuatan VM. Hati-hati dalam menghapus disk, khawatir menghapus disk yang salah.
Untuk menghapus disk pancingan, pilih disk tersebut>Detach>pilih lagi>remove. Untuk menghapus CD/DVD Drive juga caranya sama.
Setelah “bersih-bersih” kolom hardware VM, masih ada konfigurasi lain yang perlu dilakukan. Yaitu konfigurasi boot order yang terletak di menu Options. Atur agar vm disk menjadi prioritas boot teratas.
Sekarang, coba jalankan VM untuk cek apakah VM berhasil hidup setelah dimigrasikan atau tidak.
Pada pengujian kali ini, VM hasil impor menggunakan file .vmdk berhasil dijalankan.
Untuk tulisan kali ini sampai di sini dulu ya. Sampai jumpa. Bye.